|
Problema Kontemporer Dunia Islam |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ali Asghor Auhadi
|
|
Minggu, 24 Januari 2010 08:08 |
|

Sejak agama samawi dan para nabi ulul azmi menabuh gendrang dakwah untuk pertama kalinya, saat itu pula mereka menghadapi berbagai kendala dan konspirasi dari para pemuka orang-orang kafir dan penentang hak-hak manusia, Masalah ini menandai dimulainya konfrontasi abadi antra front kebenaran dan kebatilan sepanjang sejarah dimana hal ini tak dapat dihindari, kapan pun dan dimana pun. Namun perlu dicatat di sini bahwa tak ada satu pun dari agama samawi dan para pembawa pesannya yang menghadapi cobaan begitu berat dan pedih seberat dan sepedih apa yang dirasakan oleh Islam dan Nabi Muhammad saw. Berkaitan dengan hal ini, Nabi Muhammad saw bersabda: “Tidak ada satu nabi pun yang disakiti sebagaimana aku disakiti.”1
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Peradaban dan Budaya Islam Mampu Bersaing Sepanjang Sejarah |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Minggu, 24 Januari 2010 07:43 |
|

Bukan perkara mudah untuk membahas apa saja factor yang membidani terwujudnya suatu peradaban dan beragam pendapat yang dikemukakan berkaitan dengan masalah ini. Meskipun demikian, dengan mengkaji satu per satu pendapat para pemikir Muslim mengenai peradaban dan kebudayaan Islam akan menjadikan kita dapat menarik satu benang merah, yaitu bahwa dasar dari peradaban dan kebudayaan Islam adalah wahyu dan tauhid, dan bukan apa yang diyakini oleh para penganut humanisme. Jadi, agama adalah suatu sistem yang mencakup segala fenomena peradaban dan budaya. Satu kenyataan yang pasti bahwa pondasi semua ilmu, khususnya filsafat dan ilmu-ilmu rasional adalah eksistensi pelbagai mazhab. Hal ini adalah sebuah fakta yang kebenarannya terdapat pada data-data sejarah yang ada.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Fikih Persatuan dalam Pandangan Imam Musa Shadr |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Selasa, 19 Januari 2010 18:20 |
|
Oleh: Hujatul Islam wal Muslimin Abdurrahim Abazari

Ayatullah Borujerdi memiliki pandangan positif terhadap pendekatan fikih dan melakukan inisiatif besar dengan menuliskan lebih dari 400 fatwa mengenai ibadah haji yang bersumber dari riwayat-riwayat dari Imam Shadiq, yang juga disebutkan dalam Sihah Sittah (enam kitab hadis shahih yang diyakini oleh Ahlussunnah) dan diterima oleh ulama Syiah; kemudian Ayatullah Borujerdi mengirimkan 400 fatwa tersebut kepada Kerajaan Saudi agar manasik Haji dapat dijalankan sesuai dengan riwayat dan dasar-dasar yang diterima setiap mazhab; sehingga setiap Muslim yang menjalankannya dapat benar-benar mendapatkan manfaat yang seutuhnya.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Rahasia Keabadian Tragedi Asyura Dalam Sejarah |
|
|
|
|
Ditulis oleh Ali Baqi Nasir Obodi
|
|
Senin, 18 Januari 2010 13:34 |
|

Cinta kepada diri sendiri dan kesempurnaan diri merupakan kecenderungan psikologis manusia yang paling mendasar. Cinta kepada keabadian adalah konsekuensi alami dari cinta kepada diri. Cinta manusia kepada keberadaan dirinya sendiri bukan hanya untuk kepentingan sesaat, namun sejatinya untuk keperluan dan jangka waktu yang lama. Manusia menginginkan keabadian dirinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa dampak paling alami dari cinta diri adalah cinta kepada keabadian. Kecenderungan terhadap keabadian merupakan tuntutan fitrah setiap manusia. Hanya saja perlu dicatat bahwa sebagaimana halnya faktor makrifat dan ilmu berperan penting dalam menentukan obyek dan arah kecenderungan-kecenderungan lain, ia pun juga berperan dalam mengarahkan kecenderungan terhadap keabadian ini. Dengan kata lain, jika manusia mengetahui hakikat diri dan pandangan hidupnya dengan benar, maka kecenderungan ini akan menemukan arah yang tepat. Namun bila tidak, maka manusia akan salah dalam menentukan sasaran dan obyek kecenderungan ini, sehingga kemudian ia terjerumus dalam penyimpangan moral.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Hubungan Antara Maturidiyah dan Asya`irah |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 18 Januari 2010 13:28 |
|

Sepanjang kesaksian sejarah, pada masa kekhalifahan Muawiyah, umat Islam dikenal dalam dua kelompok, yaitu Alawiyah dan Utsmaniyah. Setelah itu, akibat beberapa peristiwa, di masa Umar bin Abdulaziz (versi pertama), atau di masa kekhalifahan Bani Abbas (versi kedua), istilah Ahlussunnah disematkan kepada Utsmaniyah (para pengikut Utsman), sementara Alawiyah (para pengikut Ali) tetap disebut dengan nama pertama mereka, yaitu Syiah.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Minggu, 10 Januari 2010 16:43 |
|

Hari Asyura atau hari untuk mengenang perjuangan Sayyidina Husain r.a., cucu Nabi Muhammad Saw, sudah menjadi bagian dari sejarah kebudayaan Islam di Nusantara sejak beberapa abad lalu. Jejak-jejaknya terlihat jelas di berbagai daerah yang membentang, mulai dari Pulau Sumatera hingga bagian timur Indonesia. Beberapa di antaranya yaitu tradisi Bubur Syura dan perayaan Tabut di Padang, Riau dan Aceh.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Menyingkap Fakta Seputar Kondisi dan Nasib Pengikut Minoritas Ahlussunah di Iran |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Sabtu, 09 Januari 2010 08:12 |
|

Foto: Mulla Abdul Hamid, Imam Jumat Ahlussunah Zahedan
Pasca Revolusi Islam Iran, mesjid-mesjid dan pusat-pusat pendidikan agama mengalami kemajuan pesat. Juga jumlah pelajar agama mazhab non-Syiah—dibandingkan masa sebelum Revolusi—bertambah kira-kira dua kali lipat. Begitu juga pada tahun 2004 jumlah direktur (mudir) yang bermazhab Ahlusunnah—dibandingkan tahun-tahun pertama Revolusi—bertambah pesat. Dan di sebagian daerah yang mayoritas penduduknya bermazhab Ahlussunah, mereka dapat menunaikan shalat Jumat sesuai ketentuan mazhab mereka dengan bebas. Begitu juga di Majelis Syura' Islam (parlemen) yang merupakan kekuatan penting di Iran para pengikut Ahlussunah mempunyai sembilan belas kursi perwakilan. Di samping itu, kaum Muslimin Ahlussunah juga memiliki jabatan penasehat Presiden dalam urusan pengikut Ahlussunah.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Umat Syiah Tahlil buat Gus Dur |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Senin, 04 Januari 2010 13:49 |
Metrotvnews.com, Pasuruan: Ratusan umat Islam Syiah tahlil khusus untuk almarhum Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kegiatan ini digelar di Masjid Astsaqolain Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Kenep, Beji, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (2/1). Pengajar Pesantren YAPI, ustadz Segaf Assegaf mengatakan tahlil dilaksanakan untuk menghormati Gu Dur sebagai tokoh pluralis.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Santri Yapi Al Ma'hadul Islam Kenep Beji Gelar Tahlil dan Doa Bersama untuk Gus Dur |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Minggu, 03 Januari 2010 11:54 |
|

Duka meninggalnya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tak hanya dirasakan kalangan NU. Di Bangil, Jatim, ratusan santri Yayasan Pesantren Indonesia (Yapi) Al Ma'hadul Islam Kenep, Beji, yang beraliran syiah juga turut berbelasungkawa.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Syiah Bangil Tahlil Untuk Hormati Gus Dur |
|
|
|
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Minggu, 03 Januari 2010 11:30 |
|

Pasuruan, NU Online
Ratusan umat Islam Syiah melaksanakan tahlil khusus untuk almarhum KH Abdurrahman Wahid di Masjid Astsaqolain Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Kenep, Beji, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
|